This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Informasi Perguruan Tinggi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Informasi Perguruan Tinggi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Mei 2016

IPB dan BPJS Kawal Kesehatan Sivitas

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof.Dr. Herry Suhardiyanto dan Direktur Kepesertaan dan Pemasaran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Andayani Budi Lestari, SE, MM, AAK menandatangani Naskah Kesepahaman, Rabu (18/5), di Ruang Sidang Rektor Kampus IPB Darmaga Bogor. Turut menyaksikan penandatanganan ini adalah Wakil Rektor  Bidang Riset dan Kerjasama IPB Prof.Dr. Anas Miftah Fauzi dan Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof.Dr.dr. Fachmi Idris.
Rektor IPB menyampaikan penandatanganan naskah kesepahaman ini merupakan upaya untuk mengawal program yang sangat baik, yakni agar masyarakat Indonesia sehat. Menurut rektor, BPJS kesehatan selama ini memberikan kemajuan yang progressif.
Dengan BPJS Kesehatan, terang rektor, diharapkan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan PNS maupun non PNS menjadi peserta BPJS Kesehatan. “Hal tersebut menjadi jalan untuk memastikan sivitas IPB sehat,” ujarnya. 
Sementara itu, Direktur Utama BPJS menyampaikan BPJS Kesehatan ini merupakan konsep gotong royong secara nasional. “Kepesertaan seorang anggota yang sehat, maka seseungguhnya ia telah menolong anggota lain yang sakit,” terangnya.
Dikatakannya, IPB memiliki potensi besar untuk mengelola secara mandiri. Untuk itu, IPB harus memiliki klinik inhouse. Seraya disebutkan bahwa rasio tenaga medis dan pasien harus seimbang. “Untuk sekira 26 ribu mahasiswa diperlukan minimal lima dokter,” pungkasnya.(dh)
(Sumber : http://news.ipb.ac.id)

UI Raih Predikat Juara Umum 2 pada Ajang ON MIPA-PT 2016

Tim Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA) berhasil meraih 3 emas, 2 perak, 5 perunggu, dan 5 honorable mention pada ajang Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Perguruan Tinggi (ON MIPA-PT) 2016.

Capaian ini mengantarkan UI meraih predikat sebagai runner up pada ajang tahunan ini. Pengumuman pemenang dilakukan pada Kamis (26/5/2016) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta.

Perolehan medali emas didapatkan UI melalui tiga mahasiswanya, yaitu Magun Suryo, Gema Ilham B. D., dan Ari Wibisana.

Sementara medali perak diraih oleh dua mahasiswa yaitu Reyhan Dani Lambaga dan Naylah Muna. Selanjutnya, medali perunggu dikalungkan ke lima mahasiswa UI, yaitu Fajar Prihatno, Catur Wibisono, Habib Rizqa Karima, Muhammad Khairul Ramadhan, dan Mohammad Taufik Hakiki.

Selain tiga penghargaan tersebut, UI juga meraih lima predikat honorable mention yang diwakili oleh Tubagus Dhafin Rukmanda, Stefanus Ng., Andi Muhammad Rizqi, Hendri, dan Ita Rostina.

ON MIPA merupakan ajang uji kompetensi individu tingkat perguruan tinggi yang setiap tahunnya diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

ON MIPA tingkat nasional tahun ini diikuti oleh 78 perguruan tinggi yang mengikutsertakan 256 mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, termasuk 28 orang delegasi UI didalamnya.

Dalam olimpiade tersebut, setiap peserta melakukan ujian tertulis dalam bentuk esai yang bersifat analytical problem solving pada bidang matematika, fisika, kimia, dan biologi.

Pada tahun ini, peserta tidak hanya melakukan kegiatan lomba semata, namun juga mendapat materi technopreneurship pada acara seminar sehari yang dilakukan beberapa hari sebelum acara pengumuman dilakukan.

Selain itu pada tahun ini, para peraih emas dalam bidang matematika juga akan melalui tahap seleksi berikutnya untuk diikutsertakan dalam kompetisi matematika internasional di Belgia.

Penulis : Wanda Ayu

LKI: Hati-Hati Pilih Fakultas Kedokteran

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyarankan agar masyarakat dan calon mahasiswa berhati-hati dalam memilih fakultas kedokteran agar tidak terkecoh berkuliah di fakultas dengan kualitas akreditasi C.

“Akhir-akhir ini pendidikan kedokteran sedang mengalami booming dengan kualitas yang masih meragukan. Saat ini saja, 40 persen fakultas kedokteran di Indonesia baru mendapatkan akreditasi C,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa.
Tulus mengatakan Indonesia saat ini memiliki 75 fakultas kedokteran di berbagai universitas. Bahkan, pada tahun ajaran 2016 akan dibuka kembali delapan fakultas kedokteran.
Dari 75 fakultas kedokteran yang ada saat ini, yang terakreditasi A baru 14 fakultas (19 persen), akreditasi B sebanyak 31 fakultas (41 persen) dan 30 fakultas terakreditasi C.
Dalam pandangan YLKI, bila ingin konsisten dengan mutu pendidikan kedokteran dan lulusannya, fakultas kedokteran yang akreditasi C sebaiknya berupaya meningkatkan diri terlebih dulu agar mendapat akreditasi B.
“Bila fakultas yang terakreditasi C tidak mampu meningkatkan performanya, maka bukan hal yang mustahil dieliminasi saja sehingga tidak berpotensi merugikan mahasiswa dan masyarakat,” tuturnya.
Tulus mengatakan kasus dugaan malapraktik yang dilakukan dokter terhadap pasien harus dilihat secara komprehensif, termasuk dari sistem pendidikan kedokteran.
Menurut Tulus, sistem pendidikan kedokteran di Indonesia masih perlu diperbaiki, termasuk di antaranya dengan meningkatkan akreditasi fakultas-fakultas kedokteran.
(Sumber : www : mkki.idionline.org)